Bagaimana Cara Memulai Menulis dengan Benar?


Sumber Gambar dari Sini


Ada banyak alasan yang membuat kamu harus menghadapi kertas kosong sembari menggenggam pena (atau berhadapan dengan mesin ketik dan selembar kertas kosong, atau duduk termenung di depan komputer dengan papan ketik yang minta dipencet-pencet). Bisa jadi kamu memang berniat untuk membuat sebuah artikel, puisi dan cerpen untuk kebutuhan tertentu, atau mungkin kamu harus mengalami situasi itu karena dapat tugas menulis dari guru atau dosen.

Ketika berada di situasi tersebut, apakah kamu akan segera memulai huruf dan kata pertama? Atau justru merasa buntu, kebingungan, lalu malah jadi bengong. Ketika deadline tiba, kamu pun panik karena belum sekata pun kamu tuliskan di kertas kosong itu.

Untuk penulis kelas kakap, mungkin mereka sudah sanggup membuat tulisan bagus hanya dalam beberapa menis saja. Tapi apa kabar dengan kita, para penulis amatiran yang masih menempuh jalan menjadi penulis profesional. Bagaimana pula dengan kita yang sama sekali tidak berpikir untuk menjadi penulis, tapi situasi akademik mengharuskan kita untuk bisa menulis.

Karena itulah, artikel ini ingin berusaha membantu kalian agar bisa dengan mudah mengekplorasi ide dan memulai sebuah tulisan dengan baik dan benar. Artikel ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi, ditujukan untuk diri sendiri, dan diharapkan dapat dibaca oleh kalian yang ingin bisa mudah memulai sebuah tulisan dengan lancar.

Berikut ini beberapa langkah bagaimana cara memulai tulisan agar bisa segera diselesaikan, tapi tidak mengandung konten yang asal-asalan:

1. Percaya Dirilah! Ini Bekal Utama Membuka Pintu Ide

Bekal utama dari menulis adalah rasa percaya diri. Ketika menghadapi selembar kertas kosong, jangan berpikir dan merasa minder, lalu memunculkan pikiran-pikiran bahwa dirimu tidak mampu dan tidak lihai menulis. Percaya dirilah, sebab semua orang pasti bisa menulis dan merangkai kata-kata dengan gayanya sendiri-sendiri.

Percaya dirilah, sebab untuk menuliskan kata pertama, yang kamu butuhkan adalah kreativitas, berpikir bebas, out of the box, tidak takut salah, dan tidak berpikir bahwa akan ada kritik yang datang karena tulisanmu. Cara berpikir seperti ini akan menampakkan diri hanya jika kamu percaya diri.

2. Melakukan Brainstorming

Setelah kamu merasa percaya diri, langkah selanjutnya adalah melakukan curah gagasan atau brainstorming. Di sini, kamu harus menggunakan topi kreativitas, dan mengabaikan topi kritik dan editor. kamu bebas menuliskan apa saja, apa pun ide yang ada di kepala tentang suatu topik umum dengan selancar-lancarnya dan sebebas-bebasnya.

Jika kamu merasa kerika bercurah gagasan itu, ada kosa kata yang terlewatkan, istilah akademik yang kelupaan, atau bahkan salah ketik yang seharusnya capital malah tidak, maka diabaikan saja. Teruslah menulis dulu tanpa jeda. Sebab setelah momen brainstorming itu usai, kamu akan terkesima dengan cemerlangnya ide-ide di kepala yang telah kamu tumpahkan ke tulisan.

3. Buat Poin-Poin atau Outline

Selanjutnya, buatlah outline atau poin-poin penting yang ingin kamu utarakan dalam tulisan. Outline ini juga bisa jadi bekal kamu untuk mengumpulkan bahan referensi dan segenap data dari buku, opini atau ragam website terpercaya.

Nantinya, outline ini akan jadi pendamping ketika kamu mengedit naskah hasil brainstorming agar tulisanmu jadi padat dan berkualitas. Jangan lupa untuk belajar membuat catatan kaki dan daftar pustaka yang benar, sebab itu akan menyelamatkanmu dari risiko melakukan plagiat.

Untuk artikel cara membuat Daftar Pustaka dan Catatan Kaki, silakan baca artikelnya di sini

4. Mulai Pakai Topi Editor

Nah, inilah saatnya kamu melakukan perbaikan, menyusun kalimat dan kata yang kacau, membuat paragraph pertama yang menarik, serta merangkai ide-ide agar mudah dicerna diri sendiri dan pembaca. Pada dasarnya, menulis itu seperti bicara, hanya saja caranya dengan dituliskan.

Jadi ketika sedang menyusun tulisan, kamu harus memikirkan kata pembuka atau pendahuluan di paragraph awal, lalu beranjak ke pembahasan isi secara lebih mendalam di bagian isi, serta menutup tulisan dengan rangkaian kesimpulan diiringi saran jika perlu. Di artikel selanjutnya, saya akan sedikit berbagi teori menulis untuk berbagai keperluan.

5. Membaca Ulang Apa yang Telah Dirangkai

Setelah selesai mengedit, kamu harus membacanya ulang, lalu mengoreksi lagi, apakah tulisannya sudah enak dibaca atau belum. Proses pembacaan ulang bisa dilakukan berulang-ulang bergantung perasaan dan kebutuhan. Setelah dirasa cukup, kamu bisa merasa lega dan segeralah membagikannya kepada pembaca (dosen, guru, teman, atau netizen).

***

Bagaimana, kawan-kawan? Apakah kalian terbantu dengan artikel ini? Silakan tulis komentar di bawah untuk pertanyaan dan saran. Konsultasi juga boleh jika berkenan. Tapi saya tidak janji untuk memberi solusi instan. Tapi tenang saja, mungkin akan ada beberapa saran yang akan disampaikan nantinya.

Akhir kata, semoga kalian tidak lagi menjadi bengong, merasa bingung, galau dan buntu ketika berhadapan dengan kertas kosong yang minta dituliskan dengan kata-kata.

Selamat membaca dan segeralah menulis!


Untuk berlangganan 'Artikel Terbaru Via E-mail', silahkan masukan e-mail anda di bawah ini :

0 Response to "Bagaimana Cara Memulai Menulis dengan Benar?"

Posting Komentar