Merangkul yang Terabaikan, Mengumpulkan Amunisi Buat Buka Lembaran Baru

Sumber Gambar dari sini
Salah satu amunisi terbaik untuk membuka hari baru, lembaran baru lengkap dengan cerita-cerita yang baru, adalah dengan sejenak menoleh ke belakang. Maksud dari belakang itu bukan berarti “WC” atau “dapur”, ya, tapi maksud saya adalah “masa lalu”.

Dengan menoleh sejenak ke masa lalu, kamu nantinya akan berpeluang punya keterampilan untuk mengambil hikmah dan pelajaran dari apa saja yang telah terjadi dilalui selama hidup. Ada banyak cara jitu untuk menoleh ke masa lalu demi punya tenaga untuk menghadapi hari yang baru. Di antaranya yakni melihat album foto, bertemu kawan lama, napak tilas ke lokasi-lokasi tertentu, hingga membaca ulang tulisan-tulisan dan catatan yang telah tertulis di masa lalu. 

Saya mengandalkan cara yang disebut terakhir dalam prosesi belajar dari masa lalu itu. Dalam hal ini, Sonia Fitri “muda” punya peran cukup andil dalam menjabarkan dan membuat gambaran saya di masa lalu jadi terang benderang. Ketika itu Sonia yang masih berusia belia, sangat belagu dan super egois menyempatkan diri untuk menuliskan ragam artikel di sembarang tempat, termasuk di blog bertajuk “Animanimaniac” ini.

Jadilah di masa kini saya berkesempatan untuk membaca diri sendiri melalui tulisan-tulisannya. Begitulah, pada awalnya saya membuat blog bertajuk “Animanimaniac” pada 2011. Ketika itu saya masih menjadi seorang mahasiswa di salah satu Universitas Islam di Bandung. Saya lupa bagaimana kisah awalnya, mengapa kala itu saya memutuskan untuk membuat blog, menamainya dengan nama alay “Animanimaniac”, lalu menulis tanpa disiplin, dan kontennya pun sangat sembarangan. 

Saya duga, mungkin kala itu saya ingin memperalat blog “Animanimaniac” ini sebagai ajang pamer ke teman dekat dan gebetan, unjuk kebolehan dalam merangkai kata, serta bisa sekalian dapat bonus latihan mengasah kemampuan membuat tulisan yang keren. Sekadar informasi, Sonia di zaman muda, hingga kini berusia sekian puluh masih berkeyakinan bahwa passionnya adalah di dunia tulis menulis, dan dia ingin terus berkarya lewat tulisan. 

Tapi ternyata niat itu tak berjalan lancar. Sonia (saya di masa lalu) kala itu tak punya komputer pribadi atau laptop untuk jadi sarana menulis. Ia bahkan kala itu hanya punya handphone jadul merek esia, yang mana si handphone hanya bisa dipakai untuk telepon atau SMS saja, tidak untuk browsing internet apalagi ngeblog. Ia pun kala itu hanya bisa pamer tulsia lewat Koran dan tabloid kampus, di mana kala itu ia menjadi bagian dari reporter di salah satu Lembaga Pers Mahasiswa.

Selepas lulus kuliah di 2013, “Animanimaniac” sepenuhnya ditinggalkan. Sonia sibuk dengan dunia barunya sebagai jurnalis. Ia tidak lagi menulis di blog pribadi, melainkan menulis untuk kebutuhan pekerjaan. Sonia menulis ragam artikel setiap hari, tapi itu bukan tulisan untuk dirinya, melainkan untuk kantornya.

Ia pun menolak untuk sepenuhnya “dipekerjakan”. Ia juga ingin punya konten yang original hasil pemikirannya, bukan sekadar comot sana sini dari nanrasumber. Pada 2015, ia bersama rekan jurnalis lainnya pun membuat blog baru bertajuk “Cerita Pengelana”. Alhasil, “Animanimaniac” pun semakin terabaikan, bahkan terlupakan. Sonia terlalu fokus pada “Cerita Pengelana”, bahkan sudah melakukan upgrade agar si “Cerita Pengelana” bisa dimonetisasi.
***
Lantas hari ini tiba. Tepatnya 27 Agustus 2018, “Animanimaniac” kembali muncul ketika Bapak Taufikurahman menyarankan saya untuk membuat blog dari blogspot. Sekadar informasi, Taufikurahman adalah tutor maya saya dalam pembelajaran mengelola blog. Ketika saya ingin mulai membuat blog dari blogspot, “Animanimaniac” tiba-tiba menyapa, minta diingat, minta dibersihkan dari sarang laba-laba dan debu yang berserakan di sini. “Animanimaniac” minta dirangkul lag.

Mendapatinya dalam kondisi yang terabaikan dan mengenaskan, saya jadi terharu sendiri. Betapa keberadaannya bisa membuat saya larut dalam nostalgia yang menggelitik hati. Betapa dari “Animanimaniac”, saya kembali melihat seorang Sonia Fitri yang sangat naif dan belagu di masa lalu. Betapa dari blog ini, saya jadi bisa punya amunisi untuk berbenah, lantas membuka lembaran baru di tempat ini. Terima kasih banyak karena masih bertahan hingga kini.

Untuk selanjutnya, saya ingin merancang ulang blog ini agar tak sekadar jadi tempat sampah yang isinya curahtan-curhatan dan cerpen pribadi. “Animanimaniac” harus setara, bahkan kualitasnya harus bisa bersaing dengan “Cerita Pengelana”. Tekad ini harus saya iringi dengan segenap perjuangan dalam berdisiplin membuat konten yang baik dan bermanfaat.

Konsep awal pengembangan “Animanimaniac” akan berfokus pada penyajian ragam informasi seputar dunia literasi. Mungkin ke depannya saya akan menulis konten tentang tips menulis, bagaimana caranya memulai tulisan, teknis-teknis menulis, aturan dasar editorial dan informasi berguna lainnya.

Akhir kara, tak perlu panjang-panjang curhat dan bernostalgia. Mari segera menulis dan membuat konten terbaik untuk rekan-rekan pembaca.

Sekian
27082018
Sonia Fitri

Untuk berlangganan 'Artikel Terbaru Via E-mail', silahkan masukan e-mail anda di bawah ini :

0 Response to "Merangkul yang Terabaikan, Mengumpulkan Amunisi Buat Buka Lembaran Baru"

Posting Komentar