Adakah Tulisan yang Tak Layak Baca? (Ciri-Ciri Tulisan Jelek)

Sumber Gambar dari Sini

Kata orang bijak, bagus dan jelek urusan selera dan sudut pandang, sehingga penilaiannya sangat subyektif. Bagus dan jelek ditempatkan di sejumlah obyek: manusia, hewan, tumbuhan, gambar, ragam karya, termasuk tulisan. Makanya kita sering mendengar orang menulai bahwa tulisan Si Anu sangat bagus, sementara tulisan Si Ana jelek, tidak layak baca.

Namun, adakah tulisan yang tak layak baca? Adakah kita harus menilai dan mengelompokkan mana tulisan yang bagus, mana yang standar, dan mana yang jelek? Lantas mengapa manusia membuat serangkaian kompetisi menulis? Adakah memang sebenarnya kita berpotensi membuat tulisan tak layak baca?

Jangan buru-buru menjawab, tapi marilah kembali memahami esensi menulis. Kegiatan menulis pada dasarnya merupakan prosesi membuat huruf dengan pena, melahirkan pikiran atau perasaan dengan tulisan (KBBI). Pada prinsipnya, setiap tulisan akan menemukan pembacanya, sekalipun itu dirimu sendiri.

Kesimpulannya, setiap tulisan sejatinya layak dibaca, karena ia memang diproduksi untuk dibaca. Tapi soal urusan penilaiannya setelah dibaca, apakah dinilai jelek atau bagus, itu bergantung pada masing-masing orang. Penilaian juga bergantung pada kriteria tertentu yang telah ditetapkan.

Makanya kalau kalian melihat ada pemenang dari sebuah lomba menulis, bukan berarti tulisan lain yang kalah itu jelek dan tidak layak baca. Sebab jawaban sesungguhnya adalah, tulisan-tulisan yang dinyatakan kalah itu hanya tidak sesuai dengan kriteria saja.

Lantas apa saja “Kriteria Tertentu” sehingga kita bisa membuat penilaian obyektif atas suatu tulisan? Mari simak uraiannya berikut ini:

1. Penggunaan Kata Sesuai Ejaan yang Disempurnakan (EYD) yang Tepat
Sumber Gambar dari Sini
Bahasa Indonesia memiliki sejumlah peraturan teknis yang harus disepakati oleh semua penulis. Aturan tersebut dinamakan EYD. Lebih spesifik, ia merupakan tata bahasa (Wikipedia) yang telah diatur oleh Pusat Bahasa (Pemerintah) meliputi penggunaan kata baku dan tidak baku, cara penggunaan huruf, awalan dan kata ulang, penggunaan singkatan, angka dan unsur serapan, serta masih banyak lagi.

Untuk mengetahui detail tentang Ejaan yang Disempurnakan, akan kita bahas secara lebih dalam di sini.

Rajin-rajinlah belajar tata bahasa agar kamu bisa ringan menggunakannya tanpa melulu cek KBBI atau buku referensi. Satu hal yang perlu digarisbawahi, jangan meneliti EYD ketika kamu sedang brainstorming. Lakukanlah kroscek EYD ketika kamu sedang mengedit tulisan bersama Nyonya Kritikus.

2. Akurasi Salah Ketik Sempurna atau Mendekati Sempurna
Sumber Gambar dari Sini

Terkadang dalam menulis, kita sering kali salah ketik. Di mana harusnya menulis “Tidak” malah ditulis “Tifak”. Jika memang sudah terlewat, lalu pembaca menemukan ada satu dua kata dari tulisanmu yang salah ketik, mungkin pembaca bisa memakluminya. Tapi kalau kesalahan itu terdeteksi lebih dari sepuluh kali, itu namanya keterlaluan. Tandanya kamu memang ceroboh mengevaluasi tulisan ketika nantinya disajikan ke mata pembaca.  

3. Alur Jelas dan Runut
Sumber Gambar dari Sini

Ini terkait dengan konten tulisan. Kamu setidaknya harus paham, bahwa apapun jenisnya, entah itu bentuk naskah argumentasi, narasi, deskripsi, atau apalah, tulisan harus selalu runut dan jelas pesannya. Jangan sampai kamu menulis seperti orang mabuk, melompat lompat, dan tidak ada keterkaitan antara kalimat satu dengan yang lainnya.

Jika begitu keadaannya, yang kasihan adalah pembaca. Merasa kemungkinan besar akan merasa bingung ketika membaca tulisanmu, bahkan kesulitan menangkap pesan, manfaat dan informasi di dalamnya.

Satu tips yang mungkin berguna, ketika membangun sebuah naskah, anggaplah dirimu sedang ingin menyampaikan sesuatu kepada orang lain secara verbal. Jadi, tulisanmu akan diawali dengan prolog (agar menarik perhatian pembaca dan mengundang rasa penasaran mereka untuk terus membaca), dilanjutkan ke Bab Pembahasan (to the point ke inti yang ingin dituliskan), serta ditutup dengan kesimpulan dan sumbang saran jika ada.

4. Konten Segar dan Menarik
Sumber Gambar dari Sini

Jika kamu sudah bisa menulis dan lolos teknis, selamat! tulisanmu setidaknya tidak akan dihujat dan dibilang jelek. Tapi kamu jangan sampai hanya fokus pada hal teknis, tapi tidak memberi ruang bagi kreativitasmu untuk mengeksplorasi ide menulis.

Jadi, selain menguasai teknis menulis, kamu juga harus terampil menyajikan konten-konten yang segar dan menarik. Itu merupakan substansi dari sebuah tulisan, sehingga pembaca bisa merasa tercerahkan, tambah wawasan, terpositifkan, terhibur dan tergugah dengan apa yang kamu sampaikan di tulisan.

Sebaliknya, jika konten tulisanmu bermuatan negatif, fitnah, kebohongan dan kesesatan tanpa fakta dan data yang obyektif, maka saya pikir, tulisan itu bukan hanya jelek, tapi sama sekali tidak layak baca.

5. Bebas Plagiat
Sumber Gambar dari Sini

Ini dia yang terpenting dari semua yang telah diuraikan di atas. Kalau kamu membuat tulisan dengan konten yang menarik, bebas kesalahan teknis, tapi ternyata kamu plagiat, maka mutlak adanya, tulisan yang awalnya disebut bagus akan termentahkan menjadi buruk, bahkan masuk kategori kriminal.

Plagiat adalah praktik kejahatan yang paling nista di dunia literasi. Bagi yang belum tahu, ini merupakan praktik menjiplak karya/tulisan orang lain sementah-mentahnya, tanpa izin, tanpa mencantumpak nama atau sumber tulisan, tanpa mengindahkan aturan pengambilan sumber yang ditetapkan.

Jauhilah perbuatan yang sedemikian, kawan!

***

Begitulah tadi lima kriteria untuk melihat apakah suatu tulisan bagus atau buruk. Sekali lagi saya tegaskan, semua tulisan layak dibaca. Tapi ada tulisan-tulisan tertentu yang mesti diperbaiki agar menjadi bagus dengan setidaknya memerhatikan lima kriteria tersebut di atas.

Akhir kata, jangan menyerah untuk selalu berupaya membuat konten bagus. Jika tulisanmu masih disebut jelek, tetaplah giat belajar dan jangan berhenti menulis. Jika salah satu tulisanmu ada yang disebut bagus bahkan dapat apresiasi, maka jangan jemawa. Sifat belagu akan menurunkan kualitas dirimu dan tulisan-tulisanmu.

Sekian.  

Untuk berlangganan 'Artikel Terbaru Via E-mail', silahkan masukan e-mail anda di bawah ini :

0 Response to "Adakah Tulisan yang Tak Layak Baca? (Ciri-Ciri Tulisan Jelek)"

Posting Komentar