Di Mana Ide Brilian Bersembunyi? (Lima Langkah Mengeksplorasi Ide Sehingga Jadi Karya Gemilang)

Sumber Gambar dari Sini
Oleh Sonia Fitri

Kita pastinya kerap terkesima dengan hasil karya orang-orang yang tampak gemilang, baik dalam bentuk tulisan, gambar, produk multidimensi, maupun bentuk lainnya. Saking kerennya, karya-karya itu layak ditampilkan di media massa, menjadi trending, dibahas dalam ragam diskusi, bahkan dipromosikan secara komersil hingga mendulang pundi-pundi rupiah.

Menyaksikan fenomena eksplorasi dan realisasi ide dalam bentuk karya yang berlangsung setiap hari, mungkin kalian bertanya-tanya, bagaimana bisa? Bagaimana caranya orang-orang itu mendapatkan ide, di mana ide bersembunyi? Bagaimana cara menangkap ide untuk kemudian diolah lalu pada akhirnya bisa jadi amunisi karya-karya terbaik?

Berikut ini akan saya uraikan lima langkah jitu membangun pabrik ide yang bisa kamu gunakan untuk mencari tahu keberadaan ide, lalu kamu bisa menangkapnya dan membuat karya dari ide-ide brilian itu.

1. Ssstt! Ada Banyak Ide Berseliweran di Sekitar Kita

Kata siapa ide-ide tinggal di tempat tersembunyi. Justru sebenarnya ide-ide berseliweran di sekitar kita, terlampau banyak dan seluruhnya brilian. Bagaimana bisa? Coba sejenak menengok makna ide menurut Kamus Besar bahasa Indonesia (KBBI).

Ide diartikan sebagai rancangan yang tersusun di dalam pikiran, suatu gagasan serta cita-cita. Sebab ia sebuah gagasan dan pikiran, otomatis ide akan selalu muncul setiap detik, selama manusia berpikir dan melakukan tindakan setelah berpikir.

Manusia berpikir dan berinteraksi dengan sesamanya, serta dengan lingungan. Ia juga bergerak dan berpikir dengan seperangkat organ yang brilian hasil ciptaan Tuhan. Ketika kita mengedipkan mata, ketika melihat awan yang berarak di langit, ketika merasakan angin atau air yang dingin, akan ada ide apa saja yang muncul dan berpotensi menyulut karya brilian.

Baca Juga: Merealisasikan Ide Adalah Tanda Syukur Nikmat 

Sayangnya, kita sejak kecil telah terbiasa untuk mengabaikan keberadaannya karena berbagai alasan. Mungkin kamu mengabaikan ide karena faktor ketidaksengajaan, terhambat budaya dan lingkungan, atau bisa jadi kamu terlalu bingung bagaimana cara memilah ide untuk dijadikan karya, saking banyaknya ide yang minta diolah.

2. Buatlah Daftar Ide-Ide

Setelah kamu menyadari kembali keberadaan ide-ide yang nyatanya memang berserakan, segeralah membuat daftar ide-ide. Sebab, itulah senjata rahasia untuk menangkap dan menjaring ide. Daftar itu bisa kamu buat dalam bentuk daftar catatan konvensional (kertas atau buku dan alat tulis), atau dalam bentuk digital (note di smartphone). Yang jelas, perangkat itu bisa segera kamu jangkau ketika kamu merasa dapat ide dan inspirasi di keseharian, sesederhana apapun ide yang datang itu.

Ide-ide yang telah kamu tulis dalam daftar ide itu idealnya segera diolah menjadi karya (tulisan, lukisan, karya sastra lainnya). Tapi kalau kamu merasa tidak punya cukup waktu dan ruang, maka ide-ide itu bisa sejenak disimpan untuk diolah ketika kamu telah siap mengolahnya. Tapi setidaknya, daftar ide itu sangat berguna jadi alat penangkap ide yang paling efektif.

Baca Artikel Lainnya: Hal-Hal Teknis yang Mesti Diperhatikan Ketika Menulis

3. Percaya Diri dan Berpikiran Terbuka Setiap Hari

Ide yang ditangkap pastinya minta diolah agar nantinya bisa jadi karya yang berguna. Ketika kamu sudah mendapatkan waktu, momen dan mood yang tepat untuk mengolah ide, maka segeralah melakukan pengolahan dengan penuh percaya diri. Kamu harus percaya bahwa kamu punya kemampuan mengolah ide, dan akan mampu menghasilkan karya yang berguna.

Rasa percaya diri itu juga sesungguhnya adalah modal utama dari datangnya gaya dan pemikiran out of the box sehingga pikiranmu terbuka untuk ide-ide pendukung lainnya yang muncul di kepala. Tapi ingat! Percaya diri jangan sampai berlebihan. Kalau berlebihan namanya sombong. Sementara sombong akan berujung pada tumpulnya pikiran.

4. Tak Membatasi Interaksi

Mengundang ide dan mengolahnya di kemudian hari tidak akan bisa luwes dan kaya jika kamu hanya berdiam diri di kamar yang pengap dan sempit. Kamu juga akan tumpul pikirannya kalau terlalu cepat mengklaim sesuatu sebagai yang hitam atau putih, dalam atau dangkal, benar atau salah.

Bergaulah dengan sebanyak-banyaknya orang, datangilah segala tempat yang indah dan bersejarah, bacalah buku yang beragam, serta dengarkanlah music yang menyenangkan telinga. Itu semua akan membuat inspirasimu makin kaya, pun kamu punya banyak bekal untuk mengolah ide menjadi karya yang layak untuk dipamerkan.

5. Selesaikanlah Apa yang Telah Dimulai

Boleh saja kamu terampil menangkap ragam ide yang menarik, tapi itu semua akan menjadi sia-sia jika kamu terbiasa menunda pekerjaan atau tak menyelesaikan apa yang telah dimulai. Mungkin alasannya adalah lelah dan bosan. Tapi ingatlah! Sesuatu yang berharga tidak akan didapatkan dengan jalan kemasalan dan sikap cengeng. Justru kerja keras, berani mencoba, belajar dari kesalahan dan terus menjaga tekad akan membuat kamu sukses mengolah ide agar menjadi karya brilian.

***

Setelah membaca artikel ini, saya harap kamu jadi sadar akan keberadaan ide yang ternyata ada di depan jidatmu sendiri. Ide-ide yang banyak itu akan jadi semakin keren jika kamu bisa memilih beberapa, lalu diolah menjadi karya gemilang yang berguna untuk dirimu sendiri, serta orang-orang di luar sana.

Sekian!



Untuk berlangganan 'Artikel Terbaru Via E-mail', silahkan masukan e-mail anda di bawah ini :

0 Response to "Di Mana Ide Brilian Bersembunyi? (Lima Langkah Mengeksplorasi Ide Sehingga Jadi Karya Gemilang)"

Posting Komentar