Tak Melulu Soal Bakat, Penulis Justru Harus Merangkul Disiplin Sehingga Menjadi Ideal

Sumber Gambar dari Sini
Kebanyakan orang percaya bahwa setiap orang lahir dengan bakat dan passionnya masing-masing. Mungkin hal-hal semacam itu merupakan berkah yang tak terkendali, tapi layak disyukuri. Sebab dengan bakat, orang-orang bisa mengoptimalkan kemampuannya di bidang spesifik. Ia juga berpotensi berguna dan berkarya dengan bakat bekal yang Tuhan anugerahkan.

Di antara bakat-bakat yang dibagikan, ada sejumlah orang yang merasa dan mengaku diberi bakat di bidang tulis-menulis. Orang-orang semacam ini biasanya mahir merangkai kata, punya imajinasi tinggi serta peka terhadap hal-hal yang bersifat emosional.

Bersyukurlah bagi kalian yang diberi bakat ini. Sebab dengan menulis kreatif, kita bisa membahasakan perasaan dan pikiran lewat tulisan sehingga dimengerti dan enak dibaca orang. Melalui menulis pula, kita bisa melatih keteraturan pikiran, terampil kontemplasi, bahkan berpeluang menghasilkan uang yang lumayan.

Namun rupanya menulis tak melulu soal bakat. Bakat menulis tak menjamin seseorang bisa terampil menulis jika bakat itu tak diiringi dengan pelatihan dan pembelajaran yang istikomah. Sebaliknya, tidak sedikit orang yang tadinya merasa sama sekali tak bisa menulis, tapi ia punya keinginan yang tinggi untuk belajar dan berlatih, maka orang tak berbakat itu pada akhirnya menjadi lebih terampil dari pada mereka yang punya bakat.

Intinya, keterampilan menulis terbuka bagi siapa saja, bahkan harus dilakukan oleh siapa saja. Berkarya lewat tulisan juga bukan hanya milik mereka yang “berbakat” melainkan milik kita semua yang punya keinginan untuk membaguskan diri lewat berdisiplin menulis.  

Jika begitu, “bakat menulis” sudah tidak lagi penting dan tidak perlu dipamer-pamerkan. Sebab yang terpenting dari keterampilan menulis adalah DISIPLIN MENULIS. Bagaimana teknis dan langkah-langkahnya? Berikut ini saya ingin mencoba berbagi tips dan cara agar kita semua bisa berdisiplin menulis:

1. Menulislah Setiap Hari
Sumber Gambar dari Sini

Disiplin menulis adalah kegiatan di mana kamu bertekad untuk menulis setiap hari. Ini merupakan tantangan yang harus kamu pecahkan tanpa berhenti. Tulisan jenis apa? Bukan menyalin atau menyadur tulisan lainnya. Menulis yang saya maksud adalah menuangkan pikiran dan perasaan ke dalam catatan. Jenisnya bisa random, bisa juga spesifik.

Contoh untuk yang random, misalnya kamu menulis cerita sehari-hari di buku harian, kamu bercerita tentang apa yang kamu alami, ilmu apa saja yang kamu terima serta bagaimana kamu memandang segala yang terjadi di hidupmu seharian.

Adapun contoh tulisan spesifik, misalnya kamu membuat tulsian tentang satu isu atau wacana yang terjadi di sekitarmu, atau isu yang sedang kamu perhatikan belakangan ini. Dalam tulisan, kamu fokus membahas secara spesifik dari sudut pandangmu, bahkan jika perlu lengkapilah tulisan itu dengan referensi dan data, diakhiri kesimpulan dan sumbang solusi.

2. Jangan Takut Menulis Jelek
Sumber Gambar dari Sini

Hambatan utama dari menulis atau membuat karya adalah rasa minder dan rendah diri. Ketika menulis, kamu harus mengiringi Tuan Kreator di dalam dirimu yang penuh percaya diri dan berpikiran terbuka. Jangan sekali-kali menggandeng Nyonya Kritikus ketika kamu ingin mulai menulis, sebab nanti kamu dibayang-bayangi rasa takut terus-menerus.

Menulis saja seperti kamu menuangkan air dari teko ke gelas. Menulis saja seperti kamu buang air besar maupun kecil, setelah banyak makan-makanan bergizi. Jika faktanya memang masih jelek, pun menurut orang-orang tulisanmu jelek, maka jangan berhenti menulis.

Sebab menulis dan memproduksi tulisan jelek sama dengan kamu sedang membuang yang jelek-jelek di permukaan. Jika yang jelek-jelek itu sudah keluar semua, tersisalah yang bagus-bagus, di mana seterusnya, kamu bisa terus memproduksi tulisan bagus pada akhirnya.

Lantas bagaimanakah membedakan antara tulisan yang bagus dan yang jelek? Selengkapnya, klik di sini.

3. Banyak Baca dan Buka Wawasan
Sumber Gambar dari Sini
Menulis setiap hari senantiasa butuh amunisi, yakni dengan cara membaca. Sebagaimana telah saya singgung pada poin 2, jika menulis ibarat buang air, maka membaca dan membuka wawasan adalah kegiatan makan dan minumnya.

Bacalah segalanya, tidak perlu segera dipilah-pilah karena kamu takut diklaim kafir dan sesat. Bacalah dari mulai buku sains, pengetahuan, karya sastra, novel dan puisi. Imbangilah bacaan itu dengan minta bahan bacaan hasil rekomendasi dari para guru dan dosen, serta tokoh-tokoh bangsa ini yang berpikiran bijak dan moderat.

Dengan demikian, diharapkan kamu bisa dapat nutrisi yang baik untuk bahan olahan di otak, hingga kemudian bisa kamu keluarkan dalam bentuk tulisan yang bergizi buat dirimu serta pembaca di mana pun mereka berada.    

4. Banyak Diskusi Dan Berbagi
Sumber Gambar dari Sini

Perkuatlah kegiatan membaca dengan diskusi dengan sejumlah komunitas menulis. Percayalah, jika kamu aktif di komunitas, akan ada semangat yang senantiasa terjaga, serta pertukaran pesan yang karya yang intens dan bergizi. Kamu juga bisa banyak berkonsultasi dengan sejumlah penulis senior. Jangan malu! Kamu akan terkejut sebab kebanyakan dari penulis berkarakter ramah dan senang berbagi.

5. Jangan Jemawa
Sumber Gambar dari Sini

Penulis yang baik adalah mereka yang tidak rendah diri, tapi tidak tinggi hati. Jangan pernah merasa cukup dengan apa yang kamu baca dan apa yang kamu tulis. Jangan mentang-mentang tulisanmu dimuat di Koran atau menang lomba, lantas kamu jemawa dan berhenti menulis sebab sibuk dengan perasaan keren yang melenakan. Teruslah membaca dan menulis, sebab kegiatan tersebut seperti nafas, perlu dilakukan secara disiplin di keseharian, agar menyehatkan.

***

Begitulah, hingga pada akhirnya artikel ini harus saya akhiri. Semoga dari apa yang telah panjang lebar disampaikan, ada manfaat yang bisa dipetik di dalamnya. Selamat berkarya!



Untuk berlangganan 'Artikel Terbaru Via E-mail', silahkan masukan e-mail anda di bawah ini :

0 Response to "Tak Melulu Soal Bakat, Penulis Justru Harus Merangkul Disiplin Sehingga Menjadi Ideal"

Posting Komentar