Seni Mendekati Tuhan Ala Silat Sunda Buhun

Sumber Gambar dari Sini


Di tengah populernya seni bela diri asing di kalangan remaja, seperti taekwondo, jujitsu, kungfu dan yang lainnya, kita juga perlu tahu dan seharusnya mengenal produk seni bela diri asli Indonesia yang tak kalah keren. Salah satu produk seni bela diri asli tatar sunda yakni Silat Buhun.

Secara garis besar, ajaran buhun mencakup tiga aspek, di antaranya bagaimana menjaga hubungan dengan Allah, hubungan dengan sesama makhluk, dan hubungan dengan lingkungan sekitar. Prinsip dasar dari silat ini berpegang pada pepatah “Kudu silih asih, silih asah jeung silih asuh” artinya sesama manusia harus saling mencintai, memberi nasihat dan saling mengayomi.

Ini bukan kata saya. Ini merupakan hasil perbincangan saya dengan Abah Yusuf beberapa waktu lalu. Ia merupakan pengurus Kabuyutan Cipageran yang diberi amanah untuk melestarikan Silat Buhun.

Ia juga menyebutkan pepatah sunda lainnya yakni “Mulih ka jati mulang ka asal. Pepatah ini mengandung makna bahwa manusia harus sadar bahwa hidup di dunia hanya sementara. Sesudah itu, manusia akan kembali pada Sang Pencipta.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa Kabuyutan Silat Sunda Buhun secara turun-temurun mengajarkan nilai-nilai diwariskan para leluhur, yang inti ajarannya adalah bagaimana bertauhid kepada Allah. Maka, tujuan akhir mempelajari silat sunda buhun ialah mendekatkan diri dengan Tuhan. “Silat buhun merupakan silat tarian tauhid. Oleh karena itu, di sini generasi muda diajarkan bagaimana kita bisa bela diri, bela keluarga, warga, bangsa dan negara,” tuturnya.

Dijelaskan Abah, istilah Kabuyutan berasal dari kata bahasa arab “Buyut”, bentuk jamak dari kata “Bait” yang berarti rumah. Maka, kabuyutan berarti tempat suci yang menghimpun rumah-rumah, dalam artian perguruan silat di seluruh Jawa Barat.

Kabuyutan Sunda Buhun merupakan cikal bakal perguruan silat di tatar sunda. Tidak seperti perguruan silat yang bisa muncul, berubah-ubah, bahkan hilang, Kabuyutan terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Selama ini, strategi yang dilakukan untuk mempopulerkan silat buhun secara turun-temurun adalah pendekatan terhadap kaum ibu. Kepada ibu-ibu, para pegiat silat sunda buhun memberikan dorongan supaya anak-anak mereka mereka tertarik dan semangat mempelajari silat. Sebagai bagian dari seni, Silat Buhun diiringi alat musik tradisional seperti celempung, kendang, gembyung, terbang. Silat buhun juga bisa diiringi angklung buncis, wayang golek dan barong.

Akhir kata, mari sama-sama kita lestarikan apapun produk budaya asli Indonesia. Setidaknya, mulailah dengan mengenalnya. Setelah itu, kita pun berpeluang untuk mengapresiasinya dengan beragam cara. 

Sekian.

Untuk berlangganan 'Artikel Terbaru Via E-mail', silahkan masukan e-mail anda di bawah ini :

0 Response to "Seni Mendekati Tuhan Ala Silat Sunda Buhun"

Posting Komentar