Sepenggal Kisah Para Penjaga Konten Berkualitas (Review Jasa Penulisan Saung Writer)


Selamat datang di era digital, di mana persaingan konten semakin gencar, baik berupa teks maupun visual. Di era saat ini, kita tak kuasa menerima serbuan informasi yang berjejalan, segera menyerbu dalam hitungan detik. Tapi adakah kecepatan tadi dibarengi dengan penjagaan kualitas?

Pertanyaan tersebut lantas terjawab ketika saya berkenalan dengan sebuah perusahaan jasa penulisan bernama "Saung Writer". Tepatnya, sudah hampir genap satu bulan saya menjadi bagian dari penulis di tempat ini. Sebelumnya, saya memang sudah menjadi penulis lepas di sejumlah perusahaan. Ini memang profesi yang menurut saya cukup nyaman. Sebab saya tetap bisa tinggal di rumah dan memantau keberlangsungan rumah tangga.

Sembari mencuri-curi waktu dalam mengurus rumah, saya hingga kini masih merasa mampu mengerjakan job-job penulisan dari rumah. Saya harap, setelah nanti ada anak di rumah tangga kami (saya dan Tuan Kamil), pekerjaan ini tetap bisa saya geluti. Untuk apa? Motivasi pertama pastinya uang. Hehehe. Saya tak bercanda. Suami memang berpenghasilan. Tapi saya merasa juga perlu untuk tak berdiam diri. Bekerja sama dalam rumah tangga bisa dilakukan dengan segala cara, bukan?

Asalkan tidak ada unsur keterpaksaan, itu semua sah-sah saja. Motivasi selanjutnya, sebab saya tak mau kemampuan menulis saya karatan. Seperti kita tahu, menulis butuh diasah dari hari ke hari. Makanya, kegiatan ini tak boleh putus, kecuali jika saya capek. Intinya, saya ingin terus mengasah hobi menulis, tapi juga sekaligus dapat penghasilan. Maka dari itulah sekarang saya masih ada di posisi ini.

Loh... mengapa jadi curhat ngalor ngidul begini? Baiklah, mari kembali fokus pada Saung Writer.

Bergabung menjadi penulis di sini, saya mengawalinya dengan agak terpana. Apa pasal? Saung Writer, sejak awal perekrutan penulis, telah menetapkan prosedur yang bagi saya cukup rigid. Artinya, tidak sembarang orang bisa bergabung di sini. Ada proses seleksi dan penilaian yang panjang sehingga pada akhirnya kita dinyatakan lulus atau tidak.

Makanya, dalam masa penantian seleksi, saya cukup bangga ketika pada akhirnya dinyatakan lolos dan dipersilakan turut "mengais" rezeki di sini.

Tak selesai pada masa seleksi, prosedur yang cukup ribet juga saya rasakan ketika harus menggarap artikel demi artikel sesuai pesanan klien. Ada banyak aturan yang mesti dipatuhi. Ada pula proses editing yang tak boleh disepelekan. Bagaimana dengan praktik plagiasi? Jangan harap kamu bisa lolos jika coba-coba melakukan tindak plagiat.

Saya makin terperangah, ketika ada banyak pembelajaran yang akhirnya bisa saya dapatkan, terutama seputar teknis SEO. Sederhananya, ini merupakan strategi optimalisasi mesin pencari sehingga konten kita jadi juara satu di pencarian google. Jadi, di sini saya merasa lumayan tercerdaskan dengan ragam bimbingan yang diberikan.

Yang tak kalah menarik, Saung Writer juga punya segenap tim editor yang tak mau lelah mengingatkan para penulis jika ada kesalahan penulisan dari aspek apa saja. Revisi bahkan bisa terjadi berkali-kali, dan jujur saja, ini cukup melelahkan.

Tapi mengapakah semua ini harus dilakukan?

Saya tebak, jawabannya pasti untuk mengupayakan penjagaan kualitas yang terbaik di tengah persaingan konten di era digital. Kita bisa saja asal "menyampah" dan menulis apa saja di google. Tapi jika mau menjadi juara, kata kuncinya ada pada kualitas. Begitulah kira-kira.

Maka dari itu, saya merasa beruntung bisa menjadi bagian yang bernaung di bawah Saung Writer. Meski begitu, saya harap manajemen Saung Writer bisa terus memperbaiki sistemnya, sehingga jadi lebih sederhana tapi tetap efektif.

Semoga keberadaan Saung Writer dan para penulis di dalamnya bisa menjadi semacam oase di tengah sampah-sampah digital yang bertebaran. Sebab kami dengan percaya diri menjual kualitas, bukan sekadar basa-basi busuk dalam kata.

Untuk berlangganan 'Artikel Terbaru Via E-mail', silahkan masukan e-mail anda di bawah ini :

0 Response to "Sepenggal Kisah Para Penjaga Konten Berkualitas (Review Jasa Penulisan Saung Writer)"

Posting Komentar