DEAR NATA - Ayah Kesambet Malaikat



Dear Nata…

Jumat lalu hujan besar datang, petir dan geludug sahut-sahutan. Mati lampu pula. Untungnya, Ayah sedang libur kerja, jadi ibu tidak terlalu merasa nelangsa. Ayah istirahat sambil main handphone karena besok malamnya harus berangkat kerja. Sementara ibu, seperti biasa, mengetik artikel ketika rajin, dan mengganggu Ayah ketika bosan.

Setiap hujan, dapur di rumah kontrakan ini selalu banjir, sebab atapnya bocor. Entah kenapa pemilik rumah belum juga berinisiatif untuk membetulkan gentengnya. Atau mungkin mereka ingin kami yang membetulkannya sendiri? Tapi sepertinya kami pun tidak akan membenarkannya. hehe… Jadi beginilah… setiap hujan, becek dan banjir di area dapur.

Tapi karena situasi ini, ibu jadi bisa merasakan perhatian Ayah. Di mana dia akan bersedia menuntun ibu pergi ke kamar mandi jika ingin buang air atau mandi. Ayah tidak ingin ibu terpeleset di situasi yang sedang mengandung kamu, katanya. Itu hanyalah tindakan yang sederhana, tapi bagi ibu, sangat berharga.

Hal lain yang membuat ibu senang di momen liburan Ayah kali ini adalah sikapnya yang berubah menjadi super manis dan rajin. Di mana, keesokan harinya di pagi hari, Ayah turut membantu ibu mengepel lantai dan memasak lauk nasi. Sementara itu, ibu anteng mencuci piring dan baju di kamar mandi.

Melihat sikap ayah, ibu betul-betul bahagia. Sehari saja dia kesambet malaikat, dan itu sudah cukup memberikan ibu energi untuk mendukung segala aktivitasnya berhari-hari. Ibu tak berharap lebih, dan mungkin perilaku semacam ini tak akan Ayah lakukan setiap hari. Sebab ia harus bekerja. Tapi ibu benar-benar berterima kasih atas bantuannya. Kamu pun seharusnya bangga padanya.

Ayah bagi ibu adalah sosok yang terkadang keras kepala dan sombong, tapi ia mau mendengarkan dan menghargai setiap perilaku baik dari orang sekitarnya. Dia tidak sudi direndahkan, tapi dia sebisa mungkin akan membalas setiap keramahan dan kesopanan, dan menolak mentah-mentah ketika ia diperlakukan seenaknya.

Sepertinya inilah kesamaan ibu dan ayah. Ibu pun paling anti dibentak ataupun diperlakukan secara kasar. Ibu bisa saja berbuat nekat ketika keinginannya tak terpenuhi, atau pertengkarannya tidak dimenangkan. Beruntungnya, Ayah selalu akan mengalah, meski dia suatu saat akan lelah. Karena itulah, ibu ingin sedikit
demi sedikit mengurangi kadar egois yang bersemayam dalam diri.

Ibu bahkan berharap, situasi akur dan damai di antara kami ini akan berlangsung awet, hingga ketika kamu hadir ke dunia. Jangan sampai kamu harus menyaksikan ibu dan ayah berselisih, bertengkar, lalu kamu jadi stress bahkan bersedih. Ayah dan ibu berharap kamu bisa tinggal di dunia dengan tenang dan ceria tanpa harus memikirkan permasalahan orang tua.

***

Momen kebersamaan yang hangat antara ibu dan ayah bisa dibilang langka. Sebab Ayah harus bekerja, sementara ibu juga demikian adanya. Seperti juga malam ini, ibu lagi-lagi dirundung sepi karena ayah harus bekerja shift malam. Ibu di kontrakan sendirian sembari mengetik, atau melakukan apa saja yang sekiranya bisa mengalihkan perasaan negatif, termasuk bercerita padamu di sini.

Beberapa minggu lalu, sering terdengar anak tetangga yang usianya sekitar 5 tahun menangis pagi hingga malam. Rupanya bocah kecil itu sariawan sehingga susah makan dan minum, lalu ia melampiaskan rasa sakit itu dengan menangis. Di situasi semacam itu, ibunya pasti sangat sedih. Ibu pun jadi membayangkan, ketika kamu lahir dan tumbuh besar, lalu kamu sakit, ibu pasti akan merasa sakit juga.

Makanya, mudah-mudahan ibu dan Ayah bisa terampil merawatmu, memperhatikan kesehatanmu, serta mendidikmu dengan baik. Mungkin dalam praktiknya nanti kita tidak akan menjadi orang tua yang sempurna. Tapi, kami akan selalu berusaha.

Usia kandunganmu sudah menginjak 33 minggu. Perut ibu semakin besar. Rasanya semakin sesak dan berat. Tapi keberatan itu terobati ketika kamu bergerak dari dalam, sebab ibu akan refleks tersenyum. Ibu juga sudah mendatangi paraji, alias dukun beranak yang tinggal di depan rumah. Ibu harap, paraji itu nantinya bisa diandalkan untuk membantumu pergi ke alam dunia dengan lancar pada waktu yang tepat.

Ibu dan ayah juga sudah mempersiapkan segala kebutuhan ketika kamu nanti lahir. Ada pakaian, perlengkapan besih-bersih, popok serta kosmetik yang dirasa perlu untuk membuat tubuhmu selalu nyaman. Ibu dan ayah berbelanja online jadinya dapat banyak diskon dan gratisan akhir tahun. Di tahap ini, kami benar-benar sangat bersemangat. Sebab kami menantikanmu hadir di saat yang tepat.

……

(Ibu berhenti mengetik sejenak. Berpikir keras, apa lagi yang belum ibu laporkan padamu?)

Jika kamu nanti lahir ke dunia, ibu harap kamu lahir dengan kondisi yang sehat, selamat dan sempurna. Ketika hari itu tiba, ibu akan menahan diri untuk memamerkanmu pada fans-fans ibu di dunia maya. Ini adalah tekad ibu juga ketika menemukan ayah sebagai pendamping hidup. Ibu bahagia bertemu Ayah, tapi ibu tidak mau pamer.

Ibu hanya ingin menjaga diri dan hati dari sifat ingin dipuji, sekaligus menjaga perasaan orang yang belum mendapatkan jodoh ataupun sedang mendambakan keturunan. Lagi pula, mengapa ibu harus seenaknya memamerkanmu tanpa izin?
Tapi bisa jadi sebenarnya ibu pamer. Sebab rencananya naskah-naskah yang ibu tulis di sini akan disimpan di blog animanimaniac.com. Atau jika ada kesempatan, ibu ingin membukukan tulisan ini. Jika ini termasuk agenda pamer, bukankah ini termasuk cara pamer yang eksklusif dan keren?

Jadi, pada intinya, ibu ingin lebih selektif dalam memilih media pamer. Tak perlu umbar-umbar bahagia di medsos, cukup di blog atau buku saja. Sebab ibu ingin mendokumentasikan kisah kita dalam rangkaian kata-kata. Sebab ibu adalah seorang penulis.

Ayah Kamil dan Adik Nata sejatinya adalah bagian dari sumber energi buat ibu, sehingga ibu bisa berdiri dengan kepala tegak dan tangguh untuk melakukan beragam hal yang produktif. Kalian adalah semacam kesayangan yang membuat ibu sudi untuk bersakit-sakit menjalani kehidupan ini, sebab sakitnya ibu adalah bahagia.

Ibu mungkin berlebihan dengan perasaan ini. Rasa cinta ibu pun tak akan bisa mencegah kalian untuk suatu saat mengecewakan ibu. Tapi ibu tak mau terlalu memikirkan masa depan. Yang penting ibu berusaha positif saja pada kalian. Tak perlu minta balasan apa-apa sebab semua perbuatan ini berdasarkan atas semangat dan rasa bahagia.

Jika Ayah dan Nata tidak ada, mungkin ibu tak akan sudi mengetik dan mengerjakan orderan naskah setiap hari. Mungkin ibu akan terus berleha-leha dan tidak memikirkan dunia. Karena itulah, terima kasih atas keberadaan kalian.

29122019
  

Untuk berlangganan 'Artikel Terbaru Via E-mail', silahkan masukan e-mail anda di bawah ini :

0 Response to "DEAR NATA - Ayah Kesambet Malaikat"

Posting Komentar