DEAR NATA - Menanti Kehadiran Nata



Dear Nata…

Kamu sudah tidak lagi menendang-nendang, tapi sudah mendorong dan mendesak. Terasa sempitkah di dalam sana? Kalau kata orang sunda, "wayahna", sebab kamu memang perlu untuk tumbuh besar, lalu seiring berjalannya waktu tidak lagi cocok di Rahim ibu, kemudian cepat atau lambat kamu pun memutuskan untuk keluar menuju lokasi yang lebih luas: Dunia.

Perpindahan itu mungkin nantinya akan terasa kurang menyenangkan. Kata orang, rasanya bahkan menyakitkan, baik untuk ibu, maupun untukmu. Tapi kita memang harus berjuang menghadapi rasa sakit untuk kemudian menyambut hidup dan kebahagiaan. Ini merupakan bagian dari kewajaran hidup.

Jadi, kapan kamu memutuskan untuk keluar dari Rahim ibu?

Ibu menanti. Sungguh ibu menunggu momen ketika bisa memelukmu, ketika bisa mendengar tangismu, ketika kamu pertama kali tersenyum dan menyentuh ibu.

Ibu penasaran, mau sampai kapan kamu mendesak dan membuat perut ibu seperti mau meletus. Hehe… Kamu benar-benar seorang bayi yang punya tenaga super. Terkadang desakanmu membuat perut ibu jadi berbentuk aneh. Kadang besar sebelah, kadang menonjol di bagian tertentu, terkadang juga jadi merasa kram dan mulas.

Pergerakan ibu juga jadi makin terbatas, terutama ketika bangun dari duduk atau tidur. Tak mengapa, Dek. Yang ibu alami saat ini benar-benar tak mengapa. Ibu justru senang karena kamu sangat rajin menandakan keberadaamu, menegaskan bahwa kamu hidup dan dalam kondisi sehat. Semoga.

Usia kandunganmu sekarang sudah menginjak 37 minggu. Ini sudah lebih dari 9 bulan, Dek. Bidan bilang, kepalamu sudah memasuki area panggul. Bidan juga bilang kalau jantung mu dalam kondisi baik. Ini benar-benar melegakan, sebab pemeriksaan tentangmu selalu baik. Kamu memang seorang yang kuat dan cerdas, De, sebab bisa menempatkan diri seperti seharusnya. Sebab tidak pernah membuat Ayah dan Ibu khawatir.

Kondisi ibu juga sejauh ini terdeteksi baik, Dek. Minggu lalu ibu menjalani cek darah untuk mendeteksi, takutnya ada penyakit atau virus di darah ibu yang berpotensi menular ke kamu. Tapi Alhamdulillah, hasilnya bagus. Ibu tidak berpotensi menurunkan HIV, Hemofilia atau penyakit berbahaya lainnya. Kondisi darah ibu juga terdeteksi sehat, dengan golongan darah AB. Jadi, mari sama-sama berterima kasih kepada Tuhan.

Kerja sama kita yang sudah terjalin dengan baik ini harus terus berlanjut, Dek. Bahkan kerja sama ini tak boleh berhenti setelah nanti kamu lahir dan tumbuh besar. Tenang saja, Dek, sebab kita didukung penuh oleh sesosok Ayah Kamil yang punya karakter tangguh—jika tak boleh dibilang keras. Ia memang terkadang sulit dimengerti. Tapi yakinlah bahwa ia punya energi besar untuk berbuat apa saja yang baik demi kebahagiaan kita.

Dek, ibu sudah melepaskan semuanya. Job ngetik, job ngedit, job ngajar, semua telah ibu lepaskan untuk sementara demi menanti kehadiranmu. Ibu tak mau ketika kamu lahir, ibu masih sibuk dengan gawai serta merasa stress dikejar deadline. Ibu ingin fokus saja menantimu yang bisa saja datang sewaktu-waktu.

Jadi, kapan kamu memutuskan untuk keluar dari Rahim ibu?  

Kapan pun hari itu tiba, semoga kamu bisa tampil tangguh menghadapi dunia. Semoga kondisimu senantiasa sehat dan hebat, sempurna, tanpa cacat sedikit jua. Karena begitulah harapan semua orang tua, dek, menginginkan agar Sang Anak bisa tumbuh bahagia, tanpa kendala, baik dari segi fisik maupun mentalnya. Ibu selalu berharap dan berdoa.

Jadi, beri tahu ibu segera, kapankah kamu memutuskan untuk dipeluk ibu dan ayah?

Sore hari di 25012020




Untuk berlangganan 'Artikel Terbaru Via E-mail', silahkan masukan e-mail anda di bawah ini :

0 Response to "DEAR NATA - Menanti Kehadiran Nata"

Posting Komentar